Ramadhan Mubarak

Posted: Juli 31, 2012 in Uncategorized

” Setiap amalan manusia adalah untuknya , kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-KU, dan Aku yang akan membalasnya (HR. Ahmad dan Muslim)”

Image
Bulan ramadhan merupakan bulan istimewa, bulan penuh berkah, dan segala amal baik umat-Nya didunia akan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. Semangat untuk menjalankan ibadah puasa, mampu membentuk karakter untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan yang dapat digunakan untuk membuat mental menjadi tetap konsisten dan istiqomah dalam sebelas bulan berikutnya.

Puasa menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan disertai niat ibadah kepada Allah SWT, dengan mengharapkan ridho-Nya juga meningkatkan Taqwa kepada-Nya. dengan memahami sejuta hikmah dalam bulan Ramadhan, kita akan menikmati amalan amalan bulan Ramadhan dengan kekhusyukan dan penghayatan.

Momentum Ramadhan yang penuh dengan amalan, dari pagi hingga malam hari, mau tidak mau, suka tidak suka, akan membuat seseorang untuk istiqomah dalam hari hari selanjutnya.

Puasa juga merupakan kewajiban yang konkrit sebagai pembina suatu kebersamaan dan kasih sayang antar sesama, dimana seluruh orang islam akan merasakan lapar, haus, kenyang, dan suluitnya menahan emosi dan amarah diri. Puasa dalam satu bulan, seharusnya dapat membawa dampak positif berupa rasa solidaritas dan kepedulian antar saudara, rasa kemanusiaan yang mendalam atas penderitaan sesama manusia. Perasaan sama-sama lapar, haus, kesabaran yang lebih, dan kesucian fikiran juga kata-kata, mampu membuat manusia memiliki rasa kebersamaan dalam masyarakat, dan menghasilkan cinta kasih sayang antar sesame, tanpa memandang latar belakang, warna kulit, dan agama.

Bulan suci ramadhan adalah bulan riyadhah (latihan) untuk meningkatkan ketaatan pada Allah SWT. Bila berhasil, kelak di penghujung bulan Ramadhan kita benar-benar bisa disebut muttaqin (orang yang bertakwa), yakni orang yang senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Namun, apapun yang diperbuat dibulan puasa ini, semua semata-mata hanya untuk meraih keridhoan-Nya, Oleh karenanya, apa yang sampai kepada Allah tidak lain adalah niat yang tulus dalam menjalankannya, bukan penampilan lahiriah atau materi peribadatan yang dilakukan.

Islam mengajarkan pada kita semua untuk optimal atau ihsan dalam menjalankan ibadah, tak terkecuali ibadah di bulan Ramadhan. Dalam sabda Rasulullah SAW: ” Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan sesuatupun, kecuali rasa lapar.Dan, betapa banyak orang yang shalat malam, namun tidak mendapatkan sesuatupun, kecuali begadang”( HR.Ibnu Majah)

Ini artinya , hendaklah hari hari puasa kita penuh kehati hatian, menjaga lisan, pandangan dan anggota badan lainnya dari kemaksiatan.Sungguh berat, namun dalam training selama 30 hari terus menerus, selayaknyalah jika kita mampu meneruskan segala amalan amalan ihsan di hari hari selanjutnya setelah Ramadhan usai, bahkan menjadi branding sebagai umat muslim dalam setiap amalannya.

Mari, kita mulai dengan ketulusan hati untuk mendapatkan berkahnya di bulan suci ramadhan tahun ini, diikuti dengan kesungguhan dalam mengisinya, bahkan hingga saat Syawal menjelang. Agar kita dapat menuai kegembiraan yang dijanjikan-Nya. Rasulullah SAW berkata :” Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka (buka puasa dan Idhul Fitri) dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb nya “.(HR.Buchori dan Muslim).

Wallahu A’lam bishawab…

Iklan

Alhamdulillah…
Senin, 18 Juni 2012, bertepatan dengan 28 Rajab 1433 H,  terukir sebuah sejarah baru di Negeri seribu menara ini. Rakyat Mesir memulai hidup barunya dengan Presiden Pro-Revolusi Dr. Muhammad Mursi.  presiden Mesir pertama republik yang dipilih oleh rakyat. menunjukkan betapa rakyat sangat trauma dengan rezim militer, yang berkuasa selama beberapa dekade di Mesir. Terakhir Mesir di perintah oleh Marsekal Hosni Mubarak, yang berkuasa selama tiga dekade, dan sekarang mengalami koma di  rumah sakit militer, Kairo.

Image

kabar bahagia tersebut dikeluarkan setelah suara dihitung di lebih dari 97 persen dari 13.000 TPS di Mesir Mereka mengatakan Mursi telah memperoleh 52 persen suara dan berhasil mengalahkan Ahmed Shafiq  yang merupakan perdana menteri terakhir di era kekuasaan Presiden Hosni Mubarak.

Dukungan besar telah diberikan kepada pemimpin Partai Kebebasan dan  Keadilan ini, yang merupakan sayap politik Ikhwan, dan Ini belum pernah terjadi di sepanjang sejarah Mesir. Ikhwan yang didirikan oleh Hasan al-Banna tahun 1928, terus berhadap-hadapan dengan para tiran. Sampai pendiri Jamaah Ikhwan itu, tewas ditembak oleh opsir militer Mesir. Tetapi, Ikhwan terus konsisten berdakwah dan membangun basis gerakannya di akar rumput Mesir.

Dengan kemenangan ini, Ikhwan akan mengontrol parlemen, dan lembaga tinggi negara (supra struktur). ini akan menjadi taruhan, khususnya bagi Ikhwan, akankah Ikhwan mampu mengelola negara?

Jika dilihat dari sejarahnya, Ikhwan dipimpin oleh tokoh-tokoh yang memiliki latarbelakang pendidikan yang baik, dan mereka berhasil membangun organisasi dan gerakan dengan sangat solid di Mesir. Para pemimpin Ikhwan umumnya memiliki integritas yang tinggi dan bersih.

Dr. Mohammad Mursi segera menggelar konferensi pers dan berterima kasih kepada dukungan seluruh warga Mesir. Ia lantas berjanji akan bekerja untuk masa depan Mesir yang lebih baik, terutama untuk kebebasan, demokrasi, pembangunan dan perdamaian.

Wallahu A’lam bishawab… ^^

” oh… Ilmu Nafsi”

Posted: Juni 12, 2012 in Uncategorized

“La Haula wa la Quwwata illa billah….” Tersentak ku terbangun dengan sedikit gagap.
bagaimana tidak, kulihat untaian angka pada jam menunjukkan pukul 02:12 CLT, yang seharusnya bilangan itu adalah batas untuk aku mulai memejamkan mata, Ya Allah.. ampunilah hamba yang lengah ini.

Tiba-tiba saja, bola mataku langsung tertuju pada buku yang kenyataannya masih terbuka, memang posisi buku itu agaknya sedikit berbeda. hm… ternyata tadi malam, dibawah alam sadar, aku tertidur meninggalkan dirinya tanpa pamit terlebih dahulu. maafkan aku kawan, sebelum selesai kita bercengkrama, aku sudah say good bay. Ku coba kerutkan dahi, kenapa yang terbuka masih pada bab 3, Ya Karim… masih banyak yang harus aku selasaikan membacanya.

ku coba sedikit mengingat-ingat, hm.. ya ya tadi malam, terakhir aku melihat jam, tepat pukul 22:35 CLT aku masih membaca awal bab 3, namun setelah itu… wallahu a’lam ntah bagaimana tiba-tiba saja aku terbangun sudah pukul 02:12 CLT.

bergegas aku beranjak dari tempat tidur, untuk segera bermunajat pada-Nya. selesai sholat, kupandang kembali lembaran demi lembaran buku ini,
hm.. sedikit ku berfikir, diktat kuliah dalam jurusanku inilah satu-satunya buku yang paling tipis dibanding dengan yang lainnya, karena ini hanya berjumlah 97 halaman saja. Namun, kenapa begitu sulit untuk ku menaklukkan mu ??

entah kenapa tiba-tiba mata ini lalu tertuju pada kalender , yang  kutulis dengan motif sederhana , hanya saja yang menarik di sana, ya tepatnya di angka 12 (hari ini) tertempel disana tulisan yang menakutkan menurutku yaitu “ILMU NAFSI”.pelajaran inilah yang kian menggerogoti ubun-ubunku selama ini, dengan bahasa lain pelajaran “ilmu psikologi” or biasa disebut “ilmu kejiwaan”.

detik demi detik berlalu.. terngiang-ngiang di telingaku. “Rul… hati-hati dengan pelajaran ilmu nafsi, tahun kemarin banyak yang nggak lulus di mata pelajaran itu” terdengar lagi bisikan “Dukturah Nawal memang agak sedikit sulit memberikan nilai pada murid-muridnya” lalu ada lagi “Ilmu nafsi pelajaran paling sulit di jurusan aqidah wa falsafah” de el el..
Astaghfirullah,,, tiba-tiba saja tubuh ini bergetar,terasa tidak ada penyangga lagi, rasa bimbang, cemas, gundah, sedih,,, membaur ntah bagaimana jadinya.

Alhamdulilah,, dengan kehadiran massage dari orang tua menghadirkan hembusan kekuatan yang langsung menyusup dalam rongga jiwa, merekalah kekuatan ku Ya Rabb.
“pak, bu.. doakan anakmu ini, moga diberikan kemudahan dalam ujian ini..” batinku, seraya membuka lembaran demi lembaran halaman.

Kumandang Azan subuh, memecahkan heningnya fajar, pun kian mencekik ku, seakan waktu begitu cepat berjalan, bagaimana aku bisa menuntaskan ini semua dalam waktu sesingkat ini..

Munajatku pada-Mu Ya Rahman Ya rahiim…
berikanlah hamba kesabaran dan keikhlasan dalam menyelusuri ilmu-ilmu-Mu.
hanya sampai disini usaha yang mampu hamba lakukan,
masih jauh dari kesempurnaan.
Hamba pasrahkan semuanya hanya pada-Mu Ya Allah.

“Nurul… hiduplah untuk OPTIMIS.. !!!” hati ini sekilas memberikanku support untuk memotivasi diri.
“masuklah keruangan ujian nanti dengan hati yang tenang, mengerjakan soal-soal ujian dengan hati yang tenang, Insyllah keluar dari ruang ujian dengan hati yang tenang pula” lagi-lagi hati mulai menuntunku untuk menenangkan hati.

 

Bismillah Tawakkaltu ‘ala Allah…. “Ya Rabb, tenangkan hati hamba…”

…..


                Pemberdayaan perempuan menjadi wacana yang hangat beberapa tahun terakhir ini. Terkait peran perempuan dalam realita kehidupan, tak dipungkiri, posisinya seringkali menjadi bahan perbincangan yang sarat controversial. Menyoal apa tujuan di balik isu pemberdayaan perempuan yang sering disuarakan oleh sebagian kalangan modern saat ini, Bagaimana Islam merespon wacana pemberdayaan perempuan yang ditujukan kepada kaum Muslim, Bagaimana pula cara Islam memberdayakan kaum Muslimah, Inilah alasan mendasar penulis untuk membahas tema ini lebih lanjut.

Dimasa silam, kedudukan perempuan teramat miris dan pilu. Keterbelengguan seringkali mengikat gerak lingkup mereka, bahkan dalam hak untuk bersuara sekalipun. Konon, kebencian bangsa yunani terhadap perempuan semakin mencuat, terlebih disaat posisinya disama ratakan dengan sejenis kotoran dan jelmaan syetan. Begitupula bangsa yahudi, yang mendoktrin perempuan sebagai budak sehingga  bisa seenaknya untuk diperjual belikan. Dan lebih naifnya, pembunuhan bayi hidup-hidup, ternyata sudah menjadi tradisi lama bangsa Arab yang menganggap perempuan sebagai aib.

Namun, berbeda halnya dengan agama Islam, agama yang sejatinya rahmatan li-al-‘Alamin, bergerak memayungi segala tindak-tanduk manusia yang tak berlandaskan keadilan.    Islam tidak pernah merendahkan derajat perempuan, justru memperlakukan perempuan dengan sangat mulia dan memberikan kedudukan yang tinggi. Ini semua dapat kita lihat bahwa  islam meninggikan derajat seorang ibu tiga tingkat dibandingkan ayah, menjanjikan syurga bagi istri sholihah, memberikan batasan untuk menikahi wanita cukup dengan empat saja, dan juga memberikan batas thalak cukup tiga, serta memberikan hak warisnya. Betapa mulianya hakikat perempuan dimata Islam.

Secara umum perempuan memiliki peran dan tanggung jawab amat besar dan penting dalam berbagai aspek kehidupannya; baik dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat sosial sebagai warga ditempat dirinya tinggal dan berdiam bersama diri keluarganya, dan Negara sebagai bagian dari anak bangsa, dan tempat dirinya dan keluarganya bernaung. Sebagaimana pula perempuan memiliki peran tanggung jawab khusus, yaitu sebagai pendidik dan pemberi kontribusi kebaikan sosial, yang tanpanya, kehidupan tidak akan berjalan semestinya. Sebab ia adalah pencetak generasi baru. Sekiranya di muka bumi ini hanya dihuni oleh laki-laki, kehidupan mungkin sudah terhenti beribu-ribu abad yang lalu. Oleh sebab itu, perempuan tidak bisa diremehkan dan diabaikan, karena dibalik semua keberhasilan dan kontinuitas kehidupan, di situ ada perempuan.

Sudah menjadi keharusan Seorang Muslimah Untuk Mengotimalkan Perannya. Sering dikatakan perempuan Muslimah saat ini belum berdaya. Syariat Islam dituduh menjadi penyebab ketidak berdayaan itu. Sebab syariat Islam menetapkan peran utama perempuan adalah sebagai umm wa rabbah al-bayt (ibu dan manejer rumah tangga), Dianggap tidak berdaya karena tidak menghasilkan sejumlah materi dan membuat perempuan tidak memiliki eksistensi publik (status sosial), Sehingga diremehkan oleh laki-laki.
Upaya pemberdayaan Muslimah itu sendiri hendaknyalah bagi kaum hawa  melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah di amanahkan Allah SWT kepadanya secara optimal, baik di sektor domestic (rumah tangga) maupun publik. Kedua peran ini, jika dijalankan secara optimal sesuai dengan ketentuan Allah Swt dan Rasul-Nya, akan memberikan konstribusi yang sangat besar dalam memajukan kaum muslim meraih kejayaannya kembali.
Di zaman Rasulullah SAW kaum perempuan tidak ketinggalan memberikan kontribusi, peran dan tanggungjawab mereka, mereka ikut berlomba meraih kebaikan, meskipun mereka juga sibuk sebagai ibu rumah tangga. Mereka ikut belajar dan bertanya kepada Rasulullah SAW. Wanita yang paling setia kepada Rasulullah SAW adalah Khadijah yang telah berkorban dengan jiwa dan hartanya Kecemerlangan dalam berfikir dan kemampuan intelektualnya membawa bisnisnya berkembang sampai ke Yaman dan Syiria.

Kemudian Aisyah, perempuan cerdas luar biasa. Dia laksana lautan dalam ilmu dan taqwa. menjadi rujukan para shahabat yang bertanya tentang ilmu setelah wafatnya Rasulullah SAW. Guru dari generasi terbaik sepanjang masa, yang muridnya tersebar ke seluruh penjuru dunia. Bahkan, ada pendapat ulama yang mengatakan, seandainya ilmu seluruh wanita dikumpulkan dibanding ilmu Aisyah, maka ilmu Aisyah akan lebih banyak. Begitulah Rasulullah SAW memuji Aisyah.

Sosok perempuan yang menjadi panutan juga adalah seorang delegasi Islam ke luar negeri, bersama suaminya ia turut menjelajah dunia. Kemampuannya berdiplomasi bahkan pada pemimpin negara. Dialah Ummu Salamah yang pada akhirnya juga menjadi istri Rasulullah SAW. Juga ada Khansa yang merelakan empat anaknya mati syahid. Ia berkata, “Alhamdulillah yang telah menjadikan anak-anakku mati syahid.

Menyinggung soal peran perempuan, sosok Cleopatra yang tercatat dalam sejarah dan terlanjur menjadi legenda, kontribusinya terhadap Negara Mesir sangatlah luar biasa. Terlepas dari sisi kehidupannya yang negatif,  Cleopatra adalah perempuan tegar lagi amat pintar. Pujangga Romawi Cicero mengakui, Cleopatra adalah wanita terpelajar yang masih langka pada zamannya. Pengamatan Cicero membuktikan, wanita ini tidak pernah mau melakukan sesuatu tanpa mempelajarinya terlebih dahulu. Bahkan Al-Masudi, sejarawan Arab, mengatakan Cleopatra banyak mengarang buku-buku pengetahuan. Ini tidak mustahil, mengingat catatan sejarah di tangan Plutarch menyebutkan wanita ini menguasai tujuh bahasa.

Jika kita fahami, banyak dari kaum hawa yang  mempunyai peran besar dan tanggung jawab, mereka tidak pernah berhenti memberikan kontribusi dari apa yang mereka memiliki. Berupaya agar bermanfaat untuk orang banyak. Sebagaimana yang ditulis dalam qoidah furu’ fiqh Syafi’iyah “ma kana aktsaru fi’lan, kana aktsaru fadhlan.”

Perempuan bagaikan mutira yang sangat mahal harganya, terlebih apabila mutira itu tidak pernah tersentuh, itulah bak wanita shalihah yang pastinya dinantikan oleh penjuru dunia. Syurga dibawah telapak kaki kaum ibu. Sekiranya kaum ibu baik, maka baiklah negaranya, tapi sekira- nya kaum ibu rusak, rusaklah negaranya.

Ada seorang perempuan bernama Asma binti Sakan bertanya kepada Rasulullah SAW. “Ya Rasulullah SAW, engkau diutus Allah SWT kepada kaum pria dan wanita, tapi mengapa banyak ajaran syariat lebih banyak untuk kaum pria? Kami pun ingin seperti mereka. Kaum pria diwajibkan shalat Jum’at, sedangkan kami tidak; mereka mengantar jenazah, sementara kami tidak; mereka diwajibkan berjihad, sedangkan kami tidak. Bahkan, kami mengurusi rumah, harta, dan anak mereka. Kami ingin seperti mereka. Maka, Rasulullah SAW menoleh kepada sahabatnya sambil berkata, “Tidak pernah aku mendapat pertanyaan sebaik pertanyaan wanita ini. Wahai Asma, sampaikan kepada seluruh wanita di belakangmu, jika kalian berbakti kepada suami kalian dan bertanggung jawab dalam keluarga kalian, maka kalian akan mendapatkan pahala yang diperoleh kaum pria tadi.” (HR Ibnu Abdil Bar).

Sebagai sosok perempuan hendaknya kita meneladani wanita Anshar yang tidak malu bertanya tentang masalah agama, meneladani para sahabiyah yang bahkan meminta kepada RasulullahSAW untuk diberikan kesempatan di hari tertentu khusus untuk mengajarkan mereka. Sehingga, akan bermunculan kembali Aisyah-Aisyah yang mempunyai pemahaman yang luas dan mendalam tentang agamanya, dan memunculankan kembali Khansa-Khansa yang mencetak para syuhada.

Sungguh, muslimah adalah sosok dengan banyak peran. Peran sebagai individu, anak, istri, ibu, pelajar, pekerja, aktivis, pengusaha, dan aktivitas sosial lain ditengah masyarakat. Para shahabiyah mengajarkan kepada kita untuk berkiprah mengoptimalkan kapasitas diri juga menjaga kelancaran urusan rumah tangga, dan tentu saja mendidik anak-anak menjadi generasi gemilang kebanggaan umat. Wallahu a’lam bishawab

“Ujian Q term 1”

Posted: Januari 29, 2012 in Uncategorized

Alhamdulilah Ya Rabb..
sesuatu yang tertanam di fikiran ini,, terasa luluh. Bahkan nyaris “sirna”.
Semua hal yang selama ini aku anggap beban, dan itu terasa berton-ton beratnya.. (mendramatisir bgd ya^^).
Dan kini usai sudah ujian term 1, masa kuliahku  tingkat 3 di al-Azhar University.

Sayang rasanya, detik-detik waktu dalam mencari sebuah ilmu hilang begitu saja, tanpa ada hal yang membekas dari  sebuah arti jerih payah. akan ku coba menulis secuil pengetahuan, yang  tak sengaja kudapatkan di term ini. dan kenyataanya itu adalah hal yang baru bagiku.

          1] Akhlaq Falsafi (Dukturah Alaa’)

Akhlaq..?? awalnya aku sendiripun bingung, kenapa pelajaran akhlaq muncul dalam jurusanku?? Hmm akhirnya aku mulai mencoba mengerti, dengan adanya paparan dukturah Alaa’ yang begitu memukau. Beliau salah seorang dosen Favoritku dikampus.^^

Dalam pelajaran ini, menguak permasalah akhlak seorang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. Namun dalam dalam jurusanku ini “akhlak Manusia” dibidik dari sudut pandang kaum mu’tazilah, asy’ari, dan sufisme.

ð  Kaum mu’tazilah (orang-orang yang memprioritaskan akal) mereka beranggapan bahwa “Akhlak manusia” dalam artian baik buruk sifat manusia, bisa ditinjau dari “akal”, tanpa ada hukum syar’i yang dapat membatasi (baca: mengatur) sikap manusia. Ketika seorang manusia beranggapan perbuatan itu baik maka akan baik, dan jika  buruk maka akan buruk.

ð  Kaum Asy’ari (orang-orang yang berpegang pada nash) mereka pempunyai keyakinan, bahwa manusia adalah sosok makhluk yang lemah (baca: perlu dibimbing). Dengan itu, adanya wahyu dari Allah Swt untuk menjadi sebuah pedoman bagi manusia, dalam mengatur baik buruknya sikap manusia. Dalam artian baik atau buruknya suatu pekerjaan itu kembali pada nash bukan pada akal manusia.

ð  Kaum Sufisme (orang-orang  yang mengutamakan hati nurani atau perasaan) mereka beranggapan bahwa “akhlak Manusia” hanya dapat ditinjau dari “Dzauq” atau disebut dengan hati. Suatu pekerjaan manusia baik  dan buruknya sikap manusia dinilai dari hatinya. Contohnya saja “SHOLAT” mereka mengertikan sholat bukan hanya sekedar mengerjakan syarat dan rukunnya saja. Namun mengerjakannya dengan hati dan niat yang ikhlas, khusyuk tuk tawajjuh menghadap Allah Swt, serta meninggalkan segala kesenangan duniawi.

          2]  Milal wa nihal (Dukturah Suhair)

hmm,, pelajaran ini adalah kelanjutan pelajaran “al-Adyan” di pondok dulu, kupelajari dikelas 5 yang diajarkan oleh usth Afifah. Dan kini Dukturah Suhair mengupas lebih luas pembahasan didalamnya, karena dikelasku murid hanya berjumlah 3 shaf saja, beliau lebih memilih metode belajar dengan diskusi. Bahkan setiap individu harus mengeluarkan argumennya. Menurutku ini sangat unik, karena metode kuliah di al-Azhar mayoritas memakai cara “Talaqqi”. Anehnya lagi Dukturah Milal wa nihal ini tidak mencetak buku muqoror, jadi hasil diskusi itulah yang dikemas menjadi sebuah buku.  Pelajaran ini membahas seputar “Yahudi & Nasrani” dan tak luput mauqif “Islam” didalamnya.

ð  Yahudi : adalah kaum yang ternyata turun-temurun dari pada Nabi Ibrahim As (tak ayal jika Nabi Ibrahim dijuluki sebagai Abu al-Anbiya’) karena banyak dari keturunan Beliau  yang menjadi nabi, dengan keturunannya Ishaq dan Ismail. Hingga Nabi  Isa As dan Nabi Muhammad Saw sekalipun.
Mnurut sejarah, Kaum Yahudi ini dapat dinisbatkan pada Ibarni, Bani Israil, Yahudi, dan Zionis, dan pada kalam akhir, lebih cendrungnya tertuju pada “Bani Israil”. Hakikatnya Mereka adalah orang taat beragama, namun dengan adanya perkembangan zaman kaum ini ingkar kepada Allah Swt.  Hingga diutuslah Nabi Ya’qub As, Yusuf As, Musa As, Daud As, dan Sulaiman As, pada kaum ini.

ð   Nasrani : adalah kaum yang mempunyai keyakinan bahwa Isa As adalah Tuhan. Bahkan mereka juga mempunyai kepercayaan “trinitas” yaitu Tuhan bapa, Tuhan anak, dan roh al-Kudus. Mereka juga berangapan bahwa setiap umat manusia mempunyai dosa, karena kesalahan yang turun temurun dari nenek moyang yaitu Nabi Adam As memakan buah khuldi. Menurut sejarah kaum ini sangat mengagungkan Nabi Isa As, dengan itu Orang-orang Nasrani berkeyakinan dengan menyalib al-Masih ( Isa As) tuk menebus dosa seluruh manusia. Karena orang yang harus dikorbankan adalah orang yang suci. Sedangkan menurut Islam sendiri yang mereka salib bukanlah nabi Isa As,  dan sejatinya Nabi Isa As berda’wah pada Tauhid Allah Swt.

          3] Tafsir Maudu’i (Dukturah Maryam)

Beliau adalah ahli Tafsir dan Ulum al-Quran, sempat mengajarku juga syubhat haula al-Qur’an di tingkat 2. Ketika mengajar  tak lepas dari kata-kata “ya bunaya”… hmm begitulah ciri khas beliau dalam mengajar.  Dalam pelajaran Tafsir Maudu’i  disuguhkannya banyak dalil dari ayat Qur’aniyah terkait  dengan maudu’ yang dibahas. kali ini hanya membahas 4 bab yaitu: Jihad, Adil, Sidiq, dan Tauhid.

ð   Jihad : Dalam bab ini, membahasa seputar jihad fie sabilillah. Kenyataannya Jihad banyak macamnya. Bagaimana cara kita berjihad menentang orang-orang kafir, jihad melawan hawa nafsu, Jihad melawan syetan, juga Jihad melawan Musuh Islam.

ð   Adil : Adil dsini banyak juga banyak macamnya, Contohnya saja Adil dalam hukum, bersikap  adil antar anak, dan adil ketika beristri lebih dari 1 ^_^,. De eL eL…>>

ð  Sidiq : Islam menganjurkan pada umatnya untuk bertutur kata yang baik, serta merta jujur dalam berbicara. Dalam bab ini banyak menyuguhkan ayat-ayat Qur’an yang menjelaskan pentingnya sifat Sidiq, dan di tamtsil kan pada para Nabi yang di Utus Allah Swt mereka mempunyai sifat sidiq.

ð   Tauhid : Kalimah tauhid adalah kalimah awal dan akhir. Dalam artian pertama kita masuk agama Islam membaca dua kalimah Syahadat, didalamnya mengucapkan “La Ilaha Illa Allah”, juga ketika kita mengakhiri hayat ini dengan membaca kalimah tauhid tersebut. Maka Allah Swt menjanjikan Syurga bagi umatnya yang  mengalir dibawahnya sungai-sungai. Jannah adalah hakikat tempat Istirahat yang abadi.

          4] Wasail Tabligh al-Da’wah wa Asalibuha (Duktur Ahmad)

Sebagai mahasiswa Azhary, sudah selayaknya alumni al-Azhar tuk berdakwah di lingkungan  sekitarnya. Hal ini yang mendorong azhar dalam diktat kuliahnya tuk mempelajari  metode berdakwah yang baik.

ð  Wasail al-Da’wah :  Wasail dsini mungkin bisa diartikan “perantara”. Dakwah yang baik bisa dilakukan dimasjid, dapat juga memelaui kalam (perkataan) atau berupa tulisan. Pedoman yang tak bisa dialihkan yaitu dengan al-Quran al-karim dan sunnah al-Nabawiyah.

ð   Asalaib al-Da’wah : Asalib tentunya berbeda dengan Wasail. Dikatakan Asalib berasal dari kata Uslub atau “metode”. Dalam berdakwah metode yang dipakai yaitu dengan hikmah (perkataan yang baik),  al-mau’idzoh (peringatan), al-Jadal (namun dengan menentang secara baik),  al-Qisah (yaitu berupa hikayah atau cerita), serta al-Qasam (sumpah).

          5] Hadits maudu’i (Dukturah Saidah)

Dalam pelajaran Tafsir Maudu’i menyuguhkan semua dalil dari ayat Quraniyah, sama halnya dalam hadits maudu’I, disini membahas banyak hadits nabawi yang berkaitan dengan maudu’ atau tema.

ð  Nikah : Dalam bab nikah ini, banyak hadits yang menjelaskan bagaimana nikah menurut kaum jahiliyyah, juga menjelaskan pernikahan yang fasid.  Serta merta penjelasan hukum thalaq, ‘iddah, rujuk, de eL eL…

ð  Jual beli : banyaknya hadits  yang memaparkan hukum jual beli, Islam sendiri menyariatkan “jual beli” untuk memudahkan umatnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Juga dijelaskan bagaimana adab jual beli yang baik, serta tidak diperbolehkannya Riba.

ð  budak : Mungkin masalah perbudakan tidak lagi ada di zaman sekarang. Namun ini benar-benar ada dizaman Rasulullah Saw. Hingga munculnya hukum bagaimana memperlakukan budak dengan baik, dan tidak bertindak sewenang-wenang. Karena mereka juga seorang manusia. Islam telah memberikan hak mereka dengan bijak.

          6]  Mantiq Hadits (Duktur Abdu al-Salam)

Dibangku Ushuluddin tingkat 1 dan tingkat 2 telah dipelajari Mantiq Qadim. Dan sekarang  tingkat 3 jurusanku  memngkhususkan tuk mempelajari Mantiq Hadits. Yang mana itu adalah kelanjutan dari Mantiq Qadim. Duktur Abdu al-Salam beliau adalah Duktur yang sangat baik budinya, karena beliau tidak pernah mempersulit murid-muridnya dalam belajar ^_^,.  Tapi sayang  beliau tidak pernah mamasuki kelas kami, karena tempatnya dilantai tiga. dengan usianya yang sudah lanjut, Duktur yang baik ini tidak bisa menempuh tangga yang tinggi, namun dengan senang hati, kami semua yang turun dan mencari kelas yang kosong, demi menyerap ilmu langsung dari penyampaian beliau.

belajar Mantiq hadits, tentunya tak lepas dari pembahasan “Istiqra”.
Istiqra’ adalah penarikan kesimpulan umum berdasarkan karekteristik satuan-satuannya.  Istiqra’ dibagi menjadi 2 macam: Istiqra’ tam dan Istiqra’ naqis.

ð  Istiqra’ Tam :  yaitu jika kesimpulannya didasarkan atas kesamaaan karekteristik semua satuannya, atau disebut dengan “Induksi Sempurna”.
biasanya ditemukan dalam penelitian Ilmu-ilmu kealamian yang karakreristik objek-objeknya yang diteliti bersifat konstan.

ð  Istiqra’ Naqis : Dinamakan juga dengan Istiqra’ Masyhur yaitu jika didasarkan atas kesamaan (Naqis) karakteristik mayoritas. Disebut dengan “Induksi tidak sempurna”
Sering ditemukan dalam kajian ilmu-ilmu sosial, termasuk ilmu-ilmu agama.

“Wallahu a’lam bishawab”

Jadi ingat dengan sebuah kalimat “Semakin banyak hal yang kita baca, semakin kita tahu betapa bodohnya kita”. Karena ternyata masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Terkhusus untuk semua Duktur dan Dukturah yang telah sudi menyalurkan ilmu-ilmumu,
Hanya bisa kuhadiahkan “al-Fatihah” untukmu

Semoga ilmu yang kami pelajari membawa berkah kelak, dan  bermanfaat untuk diri sendiri khususnya  dan untuk umat umumnya.  Amin ya Rabbal alamin..

 

untukmu nun jauh disana….

Posted: Januari 23, 2012 in Uncategorized

Ayah,ibu…

Ini anakmu yang sedang menuntut ilmu, jauh dari sisimu. Anak yang yang selalu sibuk hingga kadang menghalangi untaian doa terhatur untukmu. Anak yang tak pernah menyenangkanmu, menyusahkanmu dimasa kecil, pun sering mngecewakan dimasa kecilku.

Anakmu ini tak bisa, bahkan tak akan pernah bisa membahagiakanmu. Membalas segala pengorbanan yang telah engkau berikan selama hidupku.

Maafkan anakmu ini, Maafkan kalau lidah ini pernah terucap kata makian hingga membuat goresan luka dihatimu. Maafkan pula jika mata ini pernah sinis memandangmu. dan telinga yang tak pernah mengacuhkan nasihat darimu.

Anakmu ini hanya bisa, dan hanya selalu bisa meminta, sama sekali tak pernah memeberi. Doakan dan mintakan kepada-Nya agar aku bisa hidup bahagia didunia dan akhirat kelak.

Saat engkau nanti bersujud kala tahajud dipekatnya malam, haturkan untukku sebentuk doa. Karena aku tahu, doamu pasti diijabah Allah SWT.

Ayah, ibu…

Begitu jauh jarak yang terbentang diantara kita.Jarak yang selalu melahirkan kerinduan dalam riak anak sungai dipelupuk mata.

Sesungguhnya, tak ingin jasad ini terbang menjauhimu. Pun ingin rasanya aku selalu mendekap tubuhmu yang kini mulai lemah, lalu bermanja dipangkuanmu. Melepas rindu dalam belai kasih sayang dan mendengar indahnya ceritamu. Bagai masa kecilku dulu.

Kini air mataku berderai, karena selalu rindu dengan belai kasih sayangmu. Tapi aku tahu, engkau lebih merindukan anak-anakmu.

Aku akan pulang …….
Bukan gelar, uang, atau kemewahan yang akan aku persembahkan, tapi curahan kasih sayang disisa umurmu, sebagai engkaupun mengasihi aku dimasa kecilku dulu.

Ayah, ibu…

Tak akan pernah keindahan dunia ini dapat menggantikan keindahan cintamu. Riuh rendah pesona duniapun tak akan ada artinya jika dibandingkan dengan tulusnya kasih sayangmu.

Anakmu ini hanya bisa berkata “Aku mencintaimu karena Allah”

Hello world!

Posted: Januari 23, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.